Mengapa Elektabilitas Gatot Terus Menanjak
Mengapa Elektabilitas Gatot Terus Menanjak
![]() |
| BandarJudiQQ |
Belakangan,nama mantan Panglima TNI Jendral(Purn)Gatot Nurmantyo kerap di perbindangkan publik,bahkan ikut memenuhi lini masa media sosial.Hal itu bisa di konfirmasi dari hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan nama Gatot sebagai tokoh yang punya elektabilitas cukup menjanjikan sebagai calon wakit presiden 2019.Gatot dalam angka di survei Barometer,nama Gatot juga masuk ke dalam 3 Cawapres dengan elektabilitas tertinggi.
Sementara berdasarkan survei Alvara Reseacrh Centre,nama Gatot ada diposisi kedua dengan 15,2%,kalah dari AHY yang elektabilitasnya 17,2%.NAmun di dalam survei yang sama,nama Gatot paling di setujui menjadi cawapres Jokowi di 2019 dengan persentase persetujuan mencapai 61,9%.DI bawah Gatot,ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.Sebanyak 59,6% responden menyatakan setuju pria yang kerap di sapa Cak Imin itu menjadi pendamping Jokowi.
Saat nama Jokowi di pasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),55,5% responden manyatakan setuju dengan 44,5% menyatakan tidak setuju.Adapun survei Lembaga Political Communication Institute(Polcomm Institute) mengungkapkan bahwa nama Gatot juga menjadi nama terdepan bila di pasangkan dengan Prabowo Subianto.Sebanyak 21.83% responden memilih Gatot Nurmantyo layak untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019.Kenapa melejit?Analis Politik Exposit Strategy Arif Susanto mengatakan,sejak masa jabatan sebagai panglima sebagai Panglima TNI berakhir,nama Gatot memang beredar dalam bursa cawapres.
Bahkan,sebagian kelompok menempatkannya dalam daftar calon presiden.Menurutnya,hal itu pula ditopang oleh pandangan bahwa figur mantan militer dibutuhkan untuk mengendalikan dinamika politik dan keamanan yang cenderung labil.Menurut Arief,adanya preferensi pada figur mantan militer disebabkan karena adanya ketidak puasan kepada kinerja kepemimpinan tokoh sipil yang berpadu dengan kerinduan pada masa lalu saat politik di kontrol militer.Disisi lain,korupsi dinilai meraja rela dengan deretan tokoh sipil yang jadi pesakitan,ditetapkan sebagai tersangka.
Mulai dari pejabat di daerah hingga pejabat di tingkat nasional.Sorotan pun tertuju kepada tokoh sipil,meski tak selamanya tokoh militer juga bebas korupsi.Namun kasus-kasus yang ada melibatkan banyak tokoh sipil.Sementara itu dari sisi pesona,kata Arif,Gatot memiliki ke unggulan sebagai mantan militer yang memiliki pengalaman dan peguasaan strategis berhadapan tantangan teritori yang luas serta beragam.Bahkan,ucap dia,sebagai tokoh non-parpol,Gatot telah menunjukan dapat berelasi secara luwes dengan berbagai partai politik.Disisi lain,Gatot juga mulai mencoba untuk mendekati kelompok-kelompok keagamaan.
Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo adalah figur alternatif yang paling menarik pada gelaran pemilihan presiden (Pilpres)2019.Menurut Effendy,figur Gatot menarik karena ia di nilai memiliki syarat untuk menangkis isu yang kuat pada 2019 dengan latar belakang militernya yang kuat.Tiga isu tersebut yakni seputar kebangkitan PKI,mengkriminalisasi ulama,hingga isu pekerja China yang di nilai merampaskan hak kerja atau kedaulatan rakyat.Sejak masih menjabat sebagai Panglima TNI,Gatot adalah salah satu orang yang dekat dengan isu-isu yang di sebutkan Effendi.
Misalnya saja saat isu PKI bangkit,Gatot memerintahkan pemutaran film G30S.Alasannya,ia ingin mengajak bangsa indonesia untuk tidak melupakan sejarah kelam dan mencegah terulang kembali kekelaman tersebut.Gatot pun di kritik,namun banyak pula masyarakat yang justru mendukungnya di tengah kekhawatiran sebagian pihak yang meyakini PKI telah bangkit.Melihat popularitas Gatot yang melejit,beberapa partai politik sudah menyampaikan ketertarikannya untuk merekrut mantan Panglima TNI itu.
Namun,Gatot belum mengambil keputusan memilih masuk parpol atau memilih untuk ada di jalur tokoh non-parpol.Waktu yang akan berbicara.

Comments
Post a Comment